Serangan Israel ke Pabrik Roket Hamas Gaza

Davida 6:49 AM News

Seperti yang sudah diketahui kabar kurang akurnya hubungan antara Israel dan Palestine memang sudah banyak diberitakan di berbagai media berita seluruh dunia. Peperangan antara dua negara ( Israel dan Palestina ) memang sudah dimulai sudah beberapa tahun lalu dan memanas pada bulan April tahun 2021 yang disebabkan oleh penggusuran pulihan rumah keluarga Palestina yang berada di Yerusalem yang dimana merupakan ibu kota dari Israel.

Bentrok yang terjadi antara polisi dengan masyarakat di Palestina di Israel menjadi semakin memanas ketika terjadinya penembakan roket yang dilakukan Hamas ke arah Yerussalem yang dikuasai oleh Hamas. Kejadian ini juga menyebabkan banyaknya korban yang berjatuhan mulai dari korban luka ringan, berat bahkan korban jiwa. Setidaknya terdapat 188 warga Palestina yang tewas dalam serangan udara yang datang bertubi-tubi. Diantaranya 55 anak-anak dan 33 wanita, dan 1.230 warga terluka berat dan ringan. Penembakan ini juga menjadikan banyak warga berbondong-bondong untuk mengunsi demi menyelamatkan diri dan keluarganya.

Baru lewatnya tahun 2021 dan memasuki tahun baru 2022 pihak militer Israel kembali meluncurkan serangan melalui udara terhadap Hamas melalui jalur Gaza seperti yang sudah dilakukannya beberapa saat lalu. Dimalam tahun baru ini lah pihak Israel melancarkan rencananya dimana orang-orang sedang menyalakan dan melayangkan kembang api di udara, lain halnya seperti yang dilihat oleh warga Palestina. Pada malam tahun baru ini terasa berbeda bagi warga Palestina yang menjadi korban penyerangan sekutunya yaitu Israel.

Pihak militer Isreal mengatakan bahwa pada Sabtu malam mereka sudah menghantam dan menghancurkan banyak fasilitas pembuatan roket milik Palestina yang berada di pos militer Hamas. “Saat kembang api menerangi langit untuk merayakan Tahun Baru 2022 di seluruh dunia, jenis api yang berbeda datang dari tembakan roket teroris Gaza ke Israel,” kata militer Israel dalam sebuah tweet pada hari Minggu. Selain melakukan penyerangan secara fisik pihak Israel juga sudah meretas situs Hamas di Gaza.

Sekutu Isreal yaitu Palestina juga menerangkan bahwa pihak mereka tidak akan menyerah dan akan terus melawan untuk melaksanakan tugas serta kewajiban untuk membebaskan tanah suci mereka hingga tujuannya tercapai. Pernyataan tersebut di katakan oleh Juru Bicara Hamas Hazem Qassem kepada Al Jazeera. Hazem Qassem juga mengatakan terdapat beberapa daerah dan lahan yang menjadi incaran atau sasaran pihak Israel yang salah satunya merupakan lahan pertanian milik Palestina.

Menurut kabar yang beredar tidak ada korban jiwa yang jatuh dalam penyerangan yang dilakukan Israel kepada Palestina Sabtu lalu. Serangan yang diluncurkan Israel melalui udara ini terbilang mendadak tanpa dapat diprediksi oleh seluruh pihak, pernyataan ini dapat dibuktikan dengan fakta bahwa peperangan kedua nergara ini sudah berlalu sejak Mei tahun lalu. Namun terdapat insiden yang terjadi pula pada bulan September 2021 dimana gencatan senjata terjadi terdapat campur tangan Mesir yang dimana menjadi penegah antara kedua negara tersebut, tetapi kejadian pada bulan September ini tidak diperhitungkan karena tidak menyebabkan korban jiwa.

Serangan pada bulan Mei tahun lalulah yang menjadi serangan terakhir yang terjadi antara Israel dan Palestine sebelum terjadinya serangan pada malam tahun baru ini. Dalam serangan bulan Mei tersebut setidaknya terdapat kurang lebih 260 warga Palestina yang didominasi oleh anak-anak yang tewas dan 13 warga Israel yang tewas di serangan saat itu

<